Nabi Mengajari Kaum Wanita

Diriwayatkan dari Malik bin Huwairits radiallaahu’anhu, dia berkata, “Kami menemui Nabi shallallaahu ‘alahi wa sallam, sedang kami adalah para pemuda yang sebaya. Kami tinggal bersama beliau selama 20 hari. Maka beliau menduga kami telah rindu dengan keluarga kami. Beliau pun menanyakan kepada kami tentang siapa yang kami tinggalkan dari keluarga kami, lalu kami memberitahukannya kepada beliau. Beliau adalah teman dekat yang penuh kasih sayang. Beliau pun bersabda, ‘Pulanglah kepada keluarga kalian. Ajarilah mereka dan perintahkanlah mereka. Dan shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat'” [1].

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah memikirkan perihal wanita dari sisi ilmiah. Pun, beliau menasehati sahabat-sahabatnya melalui sabdanya, “Maka ajarilah mereka.” Maksudnya adalah kaum wanita. Karena ilmu wajib dituntut oleh wanita dan ia harus mencurahkan segenap upaya untuk meraihnya, walaupun ilmu tersebut didengar dari lisan kaum lelaki.

Wanita itu separuh masyarakat. Ia adalah pendidik generasi. Kualitas dirinya tercermin pada anak-anak yang ia didik. Inilah yang harus menjadi perhatian bagi kita saat ini, ketika kaum wanita jauh dari menuntut ilmu sehingga lahirlah generasi-generasi yang jiwanya kosong kecuali berisi sedikit informasi-informasi dari televisi dan sekolah. Penyebab hal itu berpulang pada kebodohan kaum ibu dan lebih menuruti kesenangannya sendiri. Berbeda dengan kaum ibu pada masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, hal ini sangat jelas dari tekad mereka dalam mencari ilmu.

Sebagaimana diriwayatkan Abu Sa’id radiallaahu’anhu, ia berkata, “Ada seorang wanita  datang menemui Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, kaum lelaki pergi untuk mendengarkan sabdamu, (Di dalam riwayat lain disebutkan, para wanita berkata kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘kaum lelaki mengalahkan kami (mengambil manfaat) dari dirimu). Oleh karena itu, sisihkanlah waktu satu hari agar kami bisa bertemu dengamu, sehingga  kami bisa belajar dari apa yang Allah ajarkan kepadamu.’

Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Berkumpullah kalian pada hari ini dan ini.’ Lalu mereka berkumpul dan Rasulullah menemui mereka untuk mengajarkan kepada mereka apa yang Allah ajarkan kepada beliau. Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Tidaklah salah seorang di antara kalian yang ditinggal mati anak laki-lakinya (selagi ia hidup) sebanyak 3 orang, maka itu menjadi hijab baginya dari neraka.’ Lalu berkatalah salah seorang wanita, ‘Kalau dua?’ Abu Sa’id berkata, ‘Wanita itu mengulang (pertanyaannya) dua kali. Kemudian beliau bersabda, ‘Dua, dua dan dua’. [2]

Catatan kaki:

[1] Hayah Ash-Shahabah, Al-Kandahlawi (III : 43)

[2] HR. Bukhori (XVII : 155)

Sumber : Buku Aplikasi Manajemen Waktu Wanita karya Dr. Jasim Muhammad Badr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *